Strategi Trading Cepat Saham: Scalping vs Intraday Trading
Bagi para trader saham yang ingin mendapatkan profit harian, trading cepat merupakan strategi yang sangat menguntungkan. Dalam trading cepat, terdapat dua jenis strategi utama, yaitu Scalping Trading dan Intraday Trading. Meskipun keduanya sama-sama melibatkan transaksi dalam waktu singkat, kedua strategi ini memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk itu, penting bagi trader untuk memilih strategi yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan trading mereka. Mari kita bahas perbedaan antara keduanya.
1. Scalping Trading Saham
Scalping adalah strategi trading dengan jangka waktu yang sangat singkat. Dalam scalping, trader melakukan transaksi beli dan jual saham dalam waktu yang sangat singkat, mulai dari 1 menit, 10 menit, hingga 1 jam. Saham yang cocok untuk scalping adalah saham dengan fluktuasi harga tinggi atau yang dikenal dengan sebutan saham gorengan (lapis tiga).
Untuk melakukan scalping trading yang efektif, trader harus menggunakan analisis dan memilih saham dengan potensi kenaikan harga yang cepat. Meskipun saham-saham gorengan bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat, penting untuk disiplin dalam manajemen modal dan menetapkan target profit yang jelas. Strategi scalping sering disebut sebagai hit and run (pukul dan lari), di mana trader menjual saham segera setelah mendapatkan profit, karena saham gorengan tidak cocok untuk ditahan dalam waktu lama.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara memilih saham untuk scalping trading, manajemen modal, dan analisis yang tepat, Anda dapat membaca artikel lengkap di sini: Cara Trading Cepat 15 Menit – Scalping Trading.
2. Intraday Trading Saham
Intraday trading adalah strategi yang mengharuskan trader untuk melakukan pembelian dan penjualan saham dalam satu hari yang sama, meskipun kadang bisa mencapai 1-3 hari. Berbeda dengan scalping, intraday trading memiliki waktu yang lebih panjang dan lebih fokus pada saham-saham likuid dan stabil, seperti saham blue chip atau second liner, yang dapat naik dengan fluktuasi yang terukur dalam waktu harian.
Untuk intraday trading, trader perlu menggunakan analisis teknikal, analisis tape reading, dan momentum untuk memilih saham yang tepat. Salah satu keuntungan intraday trading adalah risiko yang lebih rendah dibandingkan scalping, karena trader menghindari memilih saham yang sangat volatil. Target profit dalam intraday trading biasanya lebih rendah, sekitar 1-4% per hari, tetapi dengan risiko yang lebih terkendali.
Meskipun target profit dalam intraday trading lebih kecil dibandingkan scalping, terkadang saham yang dipilih untuk intraday juga bisa naik dalam waktu 30 menit hingga 1 jam. Dalam hal ini, trader bisa menjual saham lebih cepat dan mendapatkan profit tanpa menunggu sampai akhir hari.
Baca Juga : Waktu terbaik untuk merawat kesehatan tubuh
Untuk informasi lebih lanjut tentang strategi memilih saham yang tepat untuk intraday trading, Anda dapat membaca ebook lengkap di sini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham.
Menentukan Strategi Trading Cepat yang Tepat untuk Anda
Baik scalping trading maupun intraday trading, keduanya memiliki keuntungan dan tantangan tersendiri. Penting untuk memilih strategi yang sesuai dengan gaya dan tujuan trading Anda. Jika Anda lebih suka melakukan transaksi dengan cepat dan berisiko tinggi, scalping bisa menjadi pilihan. Namun, jika Anda ingin mengurangi risiko dan tetap mendapatkan profit dalam waktu singkat, intraday trading mungkin lebih cocok.
Dengan pemahaman tentang perbedaan kedua strategi ini, Anda dapat memaksimalkan peluang profit di pasar saham sesuai dengan karakter dan preferensi Anda.